Menuduh KPU Pasti Salah Lembaga Survei Provokasi Massa


Saat ini Lembaga survei sudah sangat meresahkan masyarakat. Karena ada lembaga survei yang membuat pernyataan  ‘Kalau Beda dengan Quick Count, Penghitungan KPU Salah’. Hal ini membuat kalangan akademik mengernyitkan dahi sebagai ekspresi keanehan.Pernyataan itu sangat provokatif dan paling absolut sepanjang sejarah pemilu Indonesia pasca-Reformasi.

Meragukan KPU boleh saja, tetapi kalau sampai mengganggap quick count sebagai kebenaran mutlak itu yang keliru. karena secara akademik quick count itu hanya sampel dan validitasnya tidak 100 persen.Padahal ada dua faktor penting yang menentukan validitas quick count yang dilakukan oleh lembaga survei.

Pertama, faktor penentuan sampel tempat pemungutan suara (TPS) yang harus mempertimbangkan keragaman segmentasi pemilih dan keragaman afiliasi politik pemilih.

Kedua, kejujuran entri data suara dari surveyor di TPS dan kejujuran pengolah data di pusat data quick count.Jadi kalau meragukan perhitungan nyata real count KPU dengan data asli dari 500.000 lebih TPS sungguh sebuah klaim yang sangat naif. Bagaimana pun hasil resmi pilpres adalah keputusan KPU.